Bandarlampung, - Dekan Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan (FSIP) Universitas Teknokrat Indonesia Akhyar Rido, Ph.D, menjadi nara sumber dalam Webinar atau seminar berbasis web. Webinar diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di India, Sabtu (11/4)2020). Peserta Webinar merupakan mahasiswa program S2 dan S3 dari berbagai bidang antara lain, komputer, sains, Bahasa Inggris.

Webinar membahas tentang Write and Publish a Scientific Paper : From an Idea to Research Wuestion (Menulis dan Menerbitkan Makalah Ilmiah: Dari Ide ke Pertanyaan Penelitian).
Kegiatan yang dimoderatori Rendy Firnanda dihadiri oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di New Delhi Lestyani Yuniarsih. Melalui fasilitas teleconference dari kampus Universitas Teknokrat Indonesia, Akhyar Rido membagi ilmunya kepada para mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di India.

Rido membedah journal dimulai dari mencari inspirasi/ide melalui studi literatur bereputasi. Hingga cara menulis secara akademik yang berstandar Internasional dan bebas plagiat. Selanjutnya bagaimana memilih jurnal yang baik dan bereputasi, juga dipaparkan Rido kepada peserta seminar.
Webinar berlangsung sekitar dua jam membahas tentang proses publikasi dilanjutkan sesi tanya jawab. Peserta pun sangat antusias menyampaikan berbagai pertanyaan kepada Akhyar Rido selaku narasumber.

Empat komandan TNI di Lampung berkunjung ke Universitas Teknokrat Indonesia pada Kamis (17/10). Para pimpinan TNI tersebut yaitu Komandan Korem 043 Garuda Hitam (Gatam) Kolonel Inf Taufik Hanafi, Danlanal Lampung Letkol Mar Amrul Adriansyah, Danbrigif 4/BD Piabung Kol Mar Ahmad Fajar dan Danlanud Pangeran M.Bun Yamin Lampung Letkol Pnb Ronal. Keempatnya diterima oleh Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. HM Nasrullah Yusuf, SE, MBA beserta jajaran. Kunjungan yang berlangsung sekitar 3 jam itu berlangsung hangat, diisi dengan diskusi tentang pentingnya peran mahasiswa terhadap kemajuan bangsa.

"TNI ingin memperkuat sinergi dengan mahasiswa untuk bersama-sama memajukan bangsa. Kami juga mengapresiasi dukungan dan partisipasi mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia dalam peringatan HUT TNI ke-74, beberapa waktu lalu," kata Komandan Korem 043 Garuda Hitam (Gatam) Kolonel Inf Taufik Hanafi. Saat peringatan HUT TNI pada awal Oktober, unit kegiatan Tari yang meraih juara nasional dan paduan suara yang telah menyabet juara internasional, menampilkan sendratari yang sukses memukau penonton. "TNI ingin dekat dengan mahasiswa. Semoga hubungan TNI dengan mahasiswa semakin erat sehingga dapat berkolaborasi dengan baik," kata Taufik. 

Rektor Universitas Indonesia Dr. HM Nasrullah Yusuf, SE, MBA menyatakan terima kasihnya atas kunjungan dan apresiasi keempat komandan TNI. "Terima kasih atas perhatian komandan terhadap mahasiswa Teknokrat. Kami mendorong mahasiswa untuk mengasah kreativitas. Sementara untuk mengkritisi, kami arahkan mahasiswa mengkritisi ketertinggalan kita dalam teknologi dibanding negara-negara maju," kata Nasrullah.

Pada akhir diskusi, keempat komandan TNI tersebut menyerahkan piagam penghargaan kepada Rektor Universitas Indonesia Dr. HM Nasrullah Yusuf, SE, MBA sebagai apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa. Selain itu, rombongan juga melihat sejumlah fasilitas kampus di antaranya gelanggang indoor yang menampilkan peta NKRI dan relief perjuangan pahlawan, serta masjid sarana ibadah warga kampus. (*)

Halal bi Halal adalah suatu bentuk ungkapan khusus pada waktu dan tempat tertentu sebagai pengganti dari kata Silatur-Rahmi pada kedua hari raya islam yang telah membudaya di beberapa Negara di Asia Tenggara khususnya Indonesia.  hari raya  Idul Fitri yang  memiliki arti kembali kepada kesucian, atau kembali ke asal kejadian. Idul Fitri diambil dari bahasa Arab,

Universitas Teknokrat Indonesia melakukan kerjasama dengan Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Lampung (FEB Unila ). Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dilakukan bersamaan dengan program orientasi pendidikan tinggi (propti ) mahasiswa baru gelombang dua di Gelangagang Mahasiswa Teknikrat kemarin (14/9).

Dekan FEB Unila Prof.Dr. Satria Bangsawan mengatakan, kerja sama tersebut terkait bidang akademik, tenaga pengajar, pengabdian dan penelitian atau riset kolaborasi.

MoU dilakukan karena kami menilai Teknokrat merupakan perguruan tinggi yang mengutamakan mutu dan prestasi. Kemudian menyiapkan lulusannya untuk mapu bersaing secara global,”kata Satria.

Selain penandaanganan kerjasama, pada kesempatan itu Satria juga memberikan kuliah umum dengan tema Peran Perguruan Tinggi dalam Membangun Potensi Generasi Muda.

Di hadapan 1.220 mahasiswa baru Teknokrat, Satria berpesan bahwa perguruan tinggi harus bersaing dalam menciptakan daya saing bangsa.

“Setelah di terima di lapangan pekerjaan, nantinya akan di uji lagi. Bisa atau tidak lulusan perguruan tinggi itu diterima di pasar global. Peguruan tinggi dan mahasiswa harus berjuang dalam membuka lapangan pekerjaan, “tegasnya.

Dilanjutkan, dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), para tenaga kerja akan bersaing dengan lulusan perguruan tinggi asing. Karena itu, mahasiswa harus bersiap. “Mahasiswa Teknokrat, empat tahun kedepan akan menjadi pengisi bangsa. Karena itu, mahasiswa sekarang harus dibekali keterampilan, terutama Bahasa Inggris untuk bias bersaing dengan tenaga kerja dari Negara tetangga, “ujarnya.

Sementara , Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H.M. Nasrullah Yusuf , S.E.,M.B.A., mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru,. Nasrullah mengatakan, adanya perguruan tinggi swasta membantu pemerintah dalam bidang pendidikan .

Sebab tidak semua mahasiswa bisa di tampung di perguruan tinggi negeri . Namun demikian, perguruan tinggi swata dituntut untuk berkualitas dalam menyelenggarakan pendidikan .

“Mahasiswa hendaknya menjadi orang - orang professional dan terampil . Peserta propti sekarang berganti alam, dari siswa menjadi mahasiswa . Karena itu, pola pikir dan perilaku juga harus berubah , “sebut dia.